Simbiosis Parasitisme

Dalam hubungan antar makhluk hidup, terdapat 3 macam simbiosis yakni simbiosis mutualisme, simbiosisme komensalisme dan juga simbiosis parasitisme. Parasit sendiri merupakan organisme yang umumnya menelan makanan dari organisme lain, sementara organisme makanan yang dicerna disebut dengan inang. Agar lebih jelas, berikut akan kami ulas tentang simbiosis parasitisme selengkapnya untuk anda lengkap dengan beberapa contohnya.

 

Pengertian Simbiosis Prasitisme

Simbiosis parasitisme terjadi pada dua makhluk hidup yang berbeda yang bisa merugikan salah satu makhluk hidup dan yang satunya lagi bisa memperoleh manfaat. Ini mengartikan jika salah satu makhluk memiliki manfaat atau diuntungkan dan yang lain merugikan.

Ada begitu banyak contoh simbiosis parasitisme seperti contohnya bakteri, parasit dan lain sebagainya. Untuk organisme parasit yang lebih kecil akan berkembang biak lebih cepat, sedangkan parasit butuh makhluk lain untuk mengkonsumsi makanan atau dijadikan sebagai tempat tinggal.

 

Contoh Simbiosis Parasitisme

Berikut ini, kami akan berikan beberapa contoh simbiosis parasitisme baik antara manusia dan hewan, tanaman dan tanaman, hewan dengan hewan, hewan dan tanaman dan lainnya.

 

  • Cacing Pita dan Manusia

Contoh simbiosis parasitisme yang pertama adalah kaitan antara cacing pita serta manusia. Cacing pita hidup dalam usus manusia dan mendapatkan keuntungan yakni makanan.

Sementara manusia hanya akan mengalami kerugian sebab sari makanan yang sebetulnya akan dipakai untuk metabolisme manusia berkurang akibat cacing pita tersebut. Bahkan, adanya cacing pita dalam usus manusia juga bisa mengakibatkan penyakit taeniasis dan juga sistiserkosis dengan gejala seperti mual serta pusing.

 

  • Alang Alang dan Tanaman Produksi

Alang alang dengan nama ilmiah Imperata cylindrica adalah gula yang sangat merugikan untuk budidaya tanaman produksi sehingga juga menjadi contoh dari simbiosis parasitisme. Alang alang sangat merugikan sebab menjadi saingan tanaman produksi ketika mendapatkan air, mineral dan unsur hara lain dari tanah dan juga matahari.

Alang alang juga merupakan gulma sebab mengeluarkan senyawa alelopati yakni racun untuk mencegah pertumbuhan tanaman produksi.

 

  • Lalat Buah dan Buah

Lalat buah dan buah juga memiliki hubungan simbiosis parasitisme sebab akan menyuntikkan telur ke dalam buah yang tentu akan berakibat buruk bagi buah tersebut. Buah nantinya bisa busuk dan akhirnya rontok sebelum sempat dipetik.

Target utama dari lalat buah ini diantaranya adalah nangka, jeruk, pare, tomat, mentimun, jambu biji, cabai, terong, apel, melon dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lalat akan menusuk buah dengan alat untuk meletakkan telur atau ovipositor untuk menempatkan telur dan akan menetas menjadi larva kemudian berkembang biak. Larva lalu akan merusak daging buah sehingga busuk dan gugur sebelum sempat matang.

 

  • Ikan Pearl dan Timun Laut

Ikan pearl umumnya hidup di dalam kloaka yakni membran pernapasan timun laut. Ikan tersebut akan masuk ke dalam tubuh timun laut lewat anus hingga sampai ke kloaka lalu maasuk ke membran pernapasan dan tinggal disitu.

Ikan pearl lalu akan memakan jaringan pernapasan serta gonad timun laut. Namun, timun laut tidak akan mati sebab sanggup melakukan regeneratif untuk menumbuhkan kembali organ yang sudah hilang tersebut.

Saat ikan pearl meninggalkan timun laut untuk makan, maka ikan tersebut bisa kembali lagi ke anus timun laut dengan cara mengikuti aroma kimia tubuh dari timun laut.

 

  • Cacing Hati dan Sapi

Hubungan simbiosis parasitisme antara cacing hati dan juga sapi hampir sama seperti cacing pada usus manusia. Namun perbedaannya terletak pada jenis cacing yang berbeda dan juga tempat tinggalnya.

Cacing hati akan berada di hati sapi untuk mendapatkan makanan. Sementara sapi sebagai inang akan dirugikan sebab akan terganggu kesehatannya dan bisa menimbulkan penyakit.

 

Pelajari Juga Jenis Simbiosis Lain Yakni Simbiosis Komensalisme Pada Hewan, Tumbuhan dan Manusia

 

  • Jamur Panu dan Manusia

Contoh selanjutnya dari simbiosis parasitisme adalah interaksi jamur panu dan juga manusia. Jamur panu bisa mendapatkan keuntungan sebab memiliki tempat tinggal serta makanan pada penyerapan protein kulit manusia. Namun untuk manusia hanya akan memperoleh kerugian karena bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan juga gatal.

 

  • Tali Putri dan Inangnya

Awalnya, tali putri akan bersimbiosis pada inangnya yakni dengan cara melilit dan membelit serta hanya sedikit menghisap sari makanan sebab kebutuhan air, nutrisi dan juga mineral dibutuhkan untuk kelanjutan hidup tali putri tersebut.

Semakin lama, tali putri tidak hanya menghisap dalam jumlah sedikit, namun juga bersaing untuk mengambil area serta pembagian cahaya matahari dari inangnya.

Itulah tadi ulasan dari kami tentang pengertian simbiosis parasitisme lengkap dengan beberapa contohnya. Semoga anda bisa lebih memahami lagi tentang interaksi diantara dua organisme dan jangan lupa juga untuk membaca artikel dari kami yang lainnya.

You May Also Like

About the Author: Nella Kharisma