Pendidikan Karakter

Di dalam dunia pendidikan berbasis karakter, ada dua hal yang harus dibahas yakni pendidikan yakni pendidikan dan karakter. Untuk pendidikan, ada beberapa ranah pendidikan seperti pendidikan keterampilan, pendidikan karakter, pendidikan sikap serta pendidikan watak. Sementara untuk karakter bisa diartikan sebagai watak, tabiat, sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi pembeda seseorang dengan yang lainnya.

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter berhubungan dengan psikis seseorang seperti dari segi nafsu atau keinginan, motif serta dorongan untuk berbuat. Pendidikan karakter merupakan pemberian pandangan tentang banyak jenis nilai hidup seperti kecerdasan, kejujuran, tanggung jawab, keindahan, kebenaran, keimanan dan kebaikan.

Dengan begitu, pendidikan berbasis karakter bisa memberikan informasi yang didapat untuk dijadikan pandangan hidup yang bermanfaat dalam upaya penanggulangan persoalan di dalam hidup.

Pendidikan karakter nantinya aan menunjukkan jati diri sebagai manusia yang sadar sebagai warga negara, makhluk manusia serta pria dan wanita. Kesadaran tersebut akan dijadikan sebagai ukuran martabat diri sehingga bisa berpikir dengan terbuka, obyektif, kritis dan juga mempunyai harga diri yang tidak bisa diperjualbelikan. Seseorang bisa mempunyai integritas, kreativitas, kejujuran dan juga segala perbuatannya akan memperlihatkan produktivitas.

Pengertian Karakter Menurut Ahli

Berikut ini adalah pengertian dari pendidikan karakter menurut beberapa ahli:

Lickona

Pendidikan karakter bisa diartikan sebagai setiap usaha yang wajib dilakukan agar bisa mepengaruhi karakter seorang siswa.

Kamus Psikologi [Dali Gulo]

Dari kamus psikologi, karakter bisa dilihat dari sudut pandang moral atau etika seperti contohnya kejujuran seseorang dan umumnya berkaitan dengan sifat yang tetap.

Kertajaya [2010]

Menurut Kertajaya, karakter merupakan ciri khas yang ada di sebuah objek atau individu. Karakteristik yang berakar dan asli di kepribadian atau individu benda dan juga mesin bisa mendorong bagaimana cara berperilaku, bertindak dan menanggapi sesuatu.

Suyanto [2009]

Menurut Suyanto, karakter diartikan sebagai cara berpikir serta berperilaku yang menjadi ciri khas dari setiap individu agar bisa hidup serta bekerja sama di dalam masyarakat, keluarga, bangsa dan juga negara.

Pendidikan Karakter di Indonesia

Pendidikan karakter sebetulnya bukan sebuah hal yang baru untuk tradisi pendidikan di Indonesia. Beberapa pendidik yang ada di Indonesia modern yang kita kenal yakni Sukarno sudah mencoba untuk menerapkan semangat pendidikan karakter tersebut sebagai pembentuk kepribadian serta identitas bangsa dengan tujuan agar masyarakat Indonesia bisa menjadi bangsa yang berkarakter.

Kelemahan Pendidikan Karakter di Indonesia

Isu tentang pendidikan karakter di Indonesia sejauh pendidikan moral serta formulir aplikasi pada satu arah pembelajaran bisa dikatakan terlalu spesifik. Ini menyebabkan pelajaran lain dilupakan dan terlalu diringkas ranpa melihat kembali hasil dari proses yang dilakukan.

Guru atau dosen juga cenderung mengarahkan prinsip moral ke dalam satu arah tanpa melibatkan partisipasi dari sisa agar bisa mengajukan pertanyaan dan mengusulkan pengalaman yang empiris.

Jika dilihat, sejauh ini dalam proses pendidikan yang ada di Indonesia, pembentukan berorientasi pada karakter individu tidak bisa dikatakan sudah tercapai sebab proses pendidikan yang ada di Indonesia terlalu menilai individu dengan tolak ukur tertentu khususnya logis matematis sebagai ukuran paling utama yang menempatkan seseorang sebagai warga kelas utama.

Di dalam proses pendidikan karakter moral yang berorientasi, akibatnya mengenyampingkan banyak kegagalan yang jelas di dalam dimensi pembentukan karakter individu. Sebagai contoh, Indonesia sudah dikenal kareba cerita buruk seperti korupsi.

Tujuan Pendidikan Karakter

Lahirnya pendidikan karakter bisa dikatakan sebagai sebuah usaha untuk menghidupkan kembali ideal spiritual. Foerster yakni seorang olmuwan pernah mengatakan jika tujuan utama dari pendidikan adalah untuk membentuk karakter sebab karakter merupakan evaluasi individu atau seseorang serta setiap karakter sebab karakter merupakan evaluasi dari seseorang dan masing masing karakter bisa memberikan kekuatan persatuan di dalam mengambil sikap dalam semua situasi.

Pendidikan karakteri bisa dipakai sebagai strategi untuk mengatasi pengalaman yang selalu berubah untuk membentuk identitas solid di setiap individu. Dalam hal ini bisa terlihat jika tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk sikap yang bisa membawa kita ke arah kemajuan tanpa adanya konflik dengan norma yang berlaku.

Selain itu, pendidikan karakter juga berguna untuk kendaraan penyebaran karakter yang harus dimiliki masing masing individu sehingga menjadi individu yang berguna bagi lingkungan. Pendidikan karakter untuk individu diantaranya bermanfaat untuk:

  • Mengetahui banyak karakter baik pada manusia.
  • Untuk menjelaskan dan menafsirkan banyak karakter.
  • Untuk menunjukkan contoh perilaku karakter di dalam kehidupan sehari hari.
  • Untuk memahami perilaku karakter yang sudah dikelola dengan baik.

Nilai Dalam Pendidikan Karakter

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pendidikan karakter memang sangat penting untuk kehidupan sehari hari dan berikut adalah beberapa nilai dalam pendidikan karakter:

Nilai Keutamaan

Manusia mempunya keutamaan jika memang bisa menghayati serta melakukan beberapa tindakan utama yang membawa kebaikan untuk diri sendiri serta orang lain.

Nilai Keindahan

Nilai keindahan diartikan hanya untuk keindahan fisik berbentuk hasil karya seni, bangunan, patung, sastra dan sebagainya. Akan tetapi, arti sebenarnya dari keindahan di dalam arti yang lebih tinggi adalah untuk menyentuh dimensi interioritas individu yang kemudian menjadi penentu kualitas diri sebagai seorang manusia.

Nilai Kerja

Nilai kerja merupakan tentang kejujuran yang mencerminkan sikap manusia pada penghargaan nilai kerja yang membutuhkan kesabaran, jerih payah serta ketekunan supaya bisa mendapatkannya.

Nilai Cinta Tanah Air

Nilai cinta tanah air merupakan nilai patriotisme atau semangat juang yang ada di dalam diri seseorang pada yang sudah menjadi cita cita dari negaranya. Nilai cinta tanah air akan membuat seseorang bisa rela berjuang tanpa pamrih supaya bisa memperoleh kebaikan yang jauh lebih tinggi untuk kebaikan bersama.

Nilai Demokrasi

Nilai demokrasi merupakan nilai dalam kebebasan untuk berpikir serta menyampaikan pendapat yang bisa mempersatukan secara dialogis banyak perbedaan yang ada di dalam diri manusia.

Nilai Kesatuan

Nilai kesatuan merupakan nilai yang selalu menghormati perbedaan serta pluralitas yang ada di dalam masyarakat. Oleh karena sebuah negara tidak akan bisa bertahan tanpa adanya nilai kesatuan yang dimiliki oleh masing masing individu warna negaranya.

Nilai Moral

Nilai moral merupakan nilai yang menjadi sebuah panggilan untuk merawat jiwa individu itu sendiri dan bisa menentukan jika seseorang baik atau buruk. Nilai moral menjadi hal yang sangat vital sebab bersifat superfisial.

Nilai Kemanusiaan

Nilai kemanusiaan merupakan sikap terbuka pada kebudayaan lain termasuk juga untuk kultur agama serta keyakinan yang berbeda beda, tidak bersikap berkelompok karena kepentingan kelompok bukan merupakan sebuah nilai namun kepentingan bersama yang harus lebih diutamakan.

Pelajari Pembahasan Lain Tentang Contoh Surat Pengunduran Diri

Metode Pendidikan Karakter

Metode pendidikan karakter merupakan tujuan untuk memperoleh pertumbuhan integral di dalam pendidikan karakter. Untuk bisa melakukannya, maka harus dipertimbangkan dari segala metode yang bisa mencapai idealisme serta tujuan dari pendidikan karakter. Berikut adalah beberapa metode dari pendidikan karakter yang bisa digunakan:

Mengajarkan

Memberi hal yang baru supaya seseorang bisa mengetahui dan melakukan perubahan pada diri sendiri. Mengajarkan nilai karakter membutuhkan gagasan yang konsetual yang menjadi pemandu pada pengembangan karakter individu.

Keteladanan

Memberikan contoh pada orang lain sehingga ia bisa meniru perilaku tersebut dan akhirnya terjadi perubahan untuk orang yang melihatnya. Keteladanan merupakan memberi contoh hal yang baik yang dimiliki dimana saja.

Menentukan Prioritas

Menentukan prioritas merupakan penentuan seberapa penting nilai karakter untuk dikembangkan pada individu, masyarakat dan lingkungan. Untuk menentukan prioritas dibutuhkan ketegasan dalam merumuskan prioritas nilai dari pendidikan karakter.

Refleksi

Refleksi adalah sesuatu yang ditunjukkan secara nyata pada kehidupan sehingga manusia bisa mengatasi dirinya serta meningkatkan kualitas hidup. Untuk melakukannya, dibutuhkan pengalaman sesudah memperoleh pendidikan karakter.

You May Also Like

About the Author: Nella Kharisma