Contoh Kalimat Denotatif

Contoh Kalimat Denotatif

Kalimat denotatif merupakan kalimat yang merujuk pada pengertian yang sebetulnya atau tidak menyembunyikan makna secara khusus dan tidak memiliki arti lain sebab hanya menyampaikan yang sebenarnya yang tertulis di dalam kalimat tersebut.

Pada penggunaannya, kalimat denotatif ini biasa dipakai untuk teks ilmiah seperti laporan ilmiah, jurnal, laporan penelitian dan lain sebagainya. Ini disebabkan kalimat denotatif tidak mempunyai ambiguitas atau tafsir ganda yang terjadi di kalimat konotasi.

Pengertian Kalimat Denotatif

Pengertian Denotatif Menurut Para Ahli

Kalimat denotatif adalah lawan dari konotatif yakni makna yang sebetulnya, lugas serta merujuk langsung ke kalimat yang memang dimaksud. Denotatif juga bisa diartikan dengan makna harafiah yang sebetulnya di dalam sebuah kata dan juga kalimat.

Arti dari denotatif juga disebut dengan makna denotasional atau makna konseptual yang mempunyai arti sebetulnya. Makna dari konseptual sendiri merupakan makna yang sesuai dengan hasil observasi atas dasar penciuman, penglihatan, pendengaran, perasaan dan juga pengalaman yang berhubungan dengan informasi objektif serta faktual.

Bisa diartikan jika kalimat denotatif adalah kalimat yang didalamnya terdiri dari beberapa kata yang mengandung arti sebenarnya bersifat objektif, faktual serta bisa dipastikan kebenarannya. Dalam pemakaiannya, kalimat denotatif biasa dipakai dalam teks ilmiah seperti contohnya tesis, laporan ilmiah, laporan penelitian dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari tafsir ganda yang hanya ditemukan dalam kalimat konotasi.

Pengertian Denotatif Menurut Para Ahli

Selain memiliki pengertian umum, beberapa orang ahli juga menyatakan pandangannya masing masing mengenai arti dari denotatif, yakni sebagai berikut:

  • Fiske: Ia berpendapat jika denotasi terkadang dianggap dengan digital code yakni kode penanda atau pertanda yang terpisah. Hal ini berbeda dengan konotasi yang dianggap sebagai analogue code yaitu kode yang bekerja di dalam skala yang kontinyu.
  • Spradley pada Pilliang: Menurut Spradley, denotatif mencakup beberapa hal yang ditunjuk dari beberapa kata atau makna referensial.
  • Pilliang: Denotatif merupakan hubungan eksiplit diantara tanda dengan referensi atau realitas di dalam pertandaan tahap denotasi. Contohnya adalah gambar pohon, rumah, hewan dan manusia. Untuk warnanya juga akan dicatat yakni kuning, merah, biru dan lainnya.
  • Tinarbuko: Ia berpendapat jika denotatif merupakan tingkat dari pertandaan yang menjelaskan hubungan dari penanda serta pertanda di realitas, eksiplit, menghasilkan langsung serta pasti.
  • Keraf: Keraf berpendapat jika konsep dasar yang didukung sebuah kata yakni makna yang merujuk ke ide, konsep atau referen. Denotatif juga diartikan sebagai definisi utama dari sebuah kata sebagai lawan dari konotatif atau makna yang ada hubungannya dengan hal tersebut.

Ciri Ciri Kalimat Denotatif

Ciri Ciri Kalimat DenotatifAda beberapa ciri khas dari kalimat denotatif yang tidak dimiliki pada kalimat konotas, seperti:

  • Arti dari kata sesuai seperti apa adanya dari kalimat tersebut.
  • Arti dari kata sesuai dengan hasil observasi.
  • Arti menunjukkan langsung ke acuan atau makna dasarnya.

Perbedaan Kalimat Denotatif dan Konotatif

Perbedaan Kalimat Denotatif dan KonotatifKata kata yang memiliki arti denotatif lebih tepat digunakan pada karya ilmiah, sementara untuk kata kata konotatif lebih tepat dipakai pada karya sastra. Makna denotatif merupakan arti asli atau arti yang sebenarnya yang ada di sebuah leksem.

Arti denotatif sama seperti makna leksikal seperti contohnya sapi memiliki arti hewan yang diternak dan akan diambil daging serta susunya. Sementara untuk arti konotatif merupakan makna lain yang ditambahkan ke arti denotatif. Perhatikan contoh berikut ini:

  • Marwan menjadi kambing hitam dalam kasus hilangnya motor tetangga.
  • Marwan membeli kambing hitam kemarin siang.

Kata kambing hitam pada kalimat pertama tidak memiliki arti seekor hewan kambing berwarna hitam, sebab jika diartikan seperti itu maka arti dari keseluruhan kalimat tidak logis atau tidak bisa dimengerti. Arti dari kata kambing hitam pada kalimat pertama memiliki arti tersangka di dalam sebuah kasus hilangnya motor yang tidak ia lakukan.

Jika dilihat secara singkat, arti konotasi bisa diartikan sebagai arti yang tidak sebenarnya di dalam kata atau kelompok kataa. Untuk itu, makna konotatif biasa disebut dengan arti kiasan.

Semenara untuk arti denotatif merupakan arti yang sebetulnya yang ada di dalam kata atau kalimat tersebut. Arti sebenarnya yang dimaksud adalah arti dari dasar kata yang ada di dalam kamus yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Contoh Kalimat Denotatif

Contoh Kalimat DenotatifSesudah mengerti tentang arti dari kalimat denotatif dan perbedaannya dengan kalimat konotatif, berikut akan kami berikan beberapa contoh kalimat denotatif selengkapnya:

  • Danu memiliki tangan yang panjang dan bahkan panjangya lebih panjang dibandingkan tangan manusia pada biasanya.
  • Adik segera mengangkat kakinya dari lantai ketika ia melihat asisten rumah tangga sedang menyapu dan membersihkan lantai.
  • Ada beberapa hewan di dunia yang berdarah dingin seperti contohnya kadal dan juga ular.
  • Salah satu hewan yakni belalang memiliki darah biru yang dalam istilah dinamakan dengan hemosianin.
  • Penyakit kulit yang dialami Tuti pada awalnya hanya menyebabkan rasa gatal dan perih, namun sesudah beberapa hari akan membuat wajah terasa tebal.
  • Saat sedang makan, ayam secara tiba tiba membanting tulang yang ada di piringnya karena kaget melihat seekor tikus.
  • Dari kecil, Surya selalu dinasehati agar ia selalu bisa duduk dengan tegak supaya tulang punggungnya tidak cepat membengkok ketika dewasa.
  • Salah satu bagian dari tubuh manusia yakni tulang rusuk memiliki fungsi untuk melindungi beberapa organ penting yang ada di dalam rongga dada manusia.
  • Riko mendapat luka bakar yang cukup serius akibat terlalu dekat bermain api saat merayakan tahun baru di belakang rumahnya.
  • Sesudah selesai mengadakan pesta kebun, ibu segera merapikan segala sesuatunya termasuk juga menggulung tikar.
  • Karena dicubit oleh kakak, maka hidung adik berubah menjadi merah.
  • Kursi empuk yang berkualitas biasanya terbuat dari busa yang bagus meski harganya juga umumnya cukup mahal.
  • Sungguh malang nasib anak ibu Narti karena penyakit langka yang dideritanya membuat anak tersebut mempunyai kepala besar.
  • Lina memiliki kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan sejak ia masih kecil yakni menggigit kuku.
  • Karena ada orang dalam, akhirnya Santo berhasil masuk ke perusahaan yang sudah lama ia inginkan.
  • Akhirnya, pamanku yang berasal dari desa sudah tiba di bandara dini hari tadi.
  • Karena merasakan ketidakadilan, para buruh pabrik melakukan unjuk rasa yang bertujuan untuk peningkatan upah mereka.
  • Meski Rachel adalah keturunan dari keluarga bangsawan, namun cara hidup yang dilakukannya sangat sederhana.
  • Karena hujan malam yang terjadi sepanjang hari kemarin, akhirnya sungai yang berada di belakang rumahku meluap.
  • Ketika sedang naik ke pohon mangga untuk mengambil buah mangga yang sudah ranum, tanpa sengaja tangan kanan Jihan menyentuh sarang semut yang membuatnya digigit banyak semut.
  • Kaki tangan kedua pencuri ayam itu diikat oleh warga dan kemudian dibawa ke kantor polisi.
  • Hari ini aku bersemangat ke sekolah karena ada mata pelajaran kesukaanku yaitu Bahasa Indonesia.

Demikian ulasan singkat dari kami kali ini tentang contoh kalimat denotatif lengkap dengan pengertian secara umum dan dari beberapa orang ahli. Semoga bisa bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: Nella Kharisma